Ketika Semua Terkenang Kembali

Tak terasa 25 tahun sudah aku berada di dunia yang penuh dengan kefanaan ini. Masih teringat seberkas kenangan masa kecilku hingga kejadian – kejadian kemarin. Ketika umurku baru menginjak 3 tahun, aku hanya seorang anak kecil yang polos, aktif dan lucu. Tapi karena keaktifanku yang diluar batas, aku mendapatkan sejumlah jahitan kecil di kepala. Sungguh anak yang tak mau diam.

Menginjak bangku Sekolah Dasar, aku tidak mengira bahwa hanya akulah yang akan terus mendapatkan peringkat pertama di sekolah. Tidak hanya itu, aku mulia menggemari kegiatan – kegiatan ekstrakurikuler Pramuka walaupun hanya belajar kulitnya saja.

Selalu pulang dengan keadaan kotor, rambut acak – acakan, keringat bau matahari dan kadang pulang dalam keadaan menangis karena bertengkar dengan teman memperebutkan sebuah kelereng atau layang – layang.

Berbeda dengan masa SMP. Aku tidak lagi mendapatkan peringkat pertama di sekolah, aku sempat bertanya mengapa tidak lagi mendapatkan peringkat pertama, disaat itulah aku mengetahui bahwa di atas langit masih ada langit. Aku mulai mempunyai perasaan aneh di hatiku terhadap lawan jenisku, aku mulai mendalami Pramuka walaupun ditentang oleh Ibu ku dengan alasan bahwa aku tidak siap untuk menjalani kemandirian yang diajarkan dalam Pramuka. Namun akhirnya berkat Papa, aku mendapatkan izin mengikuti Pramuka.

Satu perubahan besar terjadi padaku, aku mulai mendapatkan “Tamu” untuk setiap bulan di akhir masa – masa SMP ku, yang awalnya kukira itu sebuah penyakit kritis. Tapi yang paling dramatis adalah di akhir masa SMP aku harus meninggalkan kota dimana aku dibesarkan, Kota Bogor. Kemudian hijrah ke kota Padang.

Masa – masa SMA yang merupakan masa paling indah dalam hidup tidak terlalu aku rasakan dengan sempurna. Entah karena keluguan, ketidak ingin tahuan atau memang tidak  tahu. Yang jelas aku telah membuat seseorang begitu tersakiti sehingga dia tidak mau memberikan maafnya untukku hingga sekarang. I’m so sorry…

Masa – masa kuliah begitu berkesan olehku, karena banyak yang datang dan banyak juga yang pergi. Sampai pada akhir masa kuliah aku telah merasa menemukan pelabuhan cintaku yang terakhir. Perhatiannya yang luar biasa membuatku mengerti arti dari semua yang kujalani selama ini, kukira akan berlangsung hingga akhir hidupku.

Semua berakhir pupus hingga hatiku mati rasa. Dalam sekejap luluh lantak tanpa tersisa. Namun disaat itu hadir sesosok yang selalu ada untukku walaupun jauh. Aku merasa hidup kembali dan mulai mengobati luka yang begitu dalam itu. Tapi itu saja belum cukup sehingga aku merasakan kelimbungan yang luar biasa.

Tiba – tiba aku tidak mengenal siapa diriku, apa mauku dan apa tujuan hidupku. Aku merasa hidupku hanya tinggal sedetik. Aku merasa satu tujuan hidupku tidak akan tercapai. Begitu mengerikan jika sampai akhir hidupku tujuan itu tidak terpenuhi. Sedangkan sebagian besar teman – temanku telah mendapatkan tujuan itu.

Apakah aku akan melewati masa Pernikahan….???

Setelah semua kenangan tiba – tiba teringat kembali, aku merasa akhir hidupku telah dekat.

Advertisements
Published in: on July 29, 2009 at 6:58 am  Comments (3)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://gataulagi.wordpress.com/2009/07/29/ketika-semua-terkenang-kembali/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 CommentsLeave a comment

  1. thanks your share !

  2. aq mengerty skarank,

  3. /* no comment deh */


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: